The Definitive Guide to tentang ibadah haji

Nahdlatul Ulama atau NU dalam situs resminya menjelaskan kata “mampu” mempunyai arti orang yang memiliki makanan pokok leblih untuk dikonsumsi dirinya sendiri dan orang yang wajib dinafkahi saaat malam Hari Raya Idulfitri dan saat Lebaran.

Berdasarkan kedua peristiwa di atas, maka hukum secara fikih, kondisi keamanan merupakan salah satu bagian dari syarat kemampuan ibadah haji.

Jangan sampai berhaji atau umroh apalagi sampai berkali-kali karena ada pamrih demi position sosial, karena hal ini akan merusak ibadah haji sehingga dapat membuatnya tidak bernilai melainkan hanya sekadar ritual dan jalan-jalan. Wallahu a’lam. Salam.

Hukum berkurban bagi yang mampu adalah sunnah muakkad, atau ibadah yang sangat dianjurkan. Bila melaksanakannya akan mendapatkan balasan yang tidak sedikit dari Allah SWT. Pada hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dikatakan, “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.”

Jika menilik ayat di atas, ibadah haji hukumnya fardu ‘ain yang maksudnya diwajibkan bagi pemeluk agama Islam. Namun, kewajiban tersebut tidak pukul rata begitu saja. Kewajiban tersebut diwajibkan bagi hambanya yang sudah mampu melaksanakan perjalanan haji.

Bila ketika ulama mazhab di atas menyatakan hukum berkurban bagi yang mampu sebagai sunnah muakkad, Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban hukumnya wajib dilaksanakan bagi yang mampu.

وقال محمد بن الحسن هي واجبة على المقيم بالأمصار والمشهور عن أبي حنيفة أنه إنما يوجبها على مقيم يملك نصابا

Begitu pula puasa di bulan Ramadhân. Bila seseorang sakit atau melakukan perjalanan, ia boleh tidak berpuasa, tetapi dengan mengganti puasa pada hari yang lain sebanyak hari puasa yang ditinggalkannya. Allâh Subhanahu wa apa perbedaan antara ibadah haji dan umrah? Ta’ala berfirman,

Karena bukan wajib, maka kalau pun seseorang yang mampu tapi tidak menyembelih hewan kurban, maka dia tidak berdosa. Apalagi bila mereka memang tergolong orang yang tidak mampu dan miskin. Namun, jika seseorang sudah mampu dan berkecukupan, makruh hukumnya bila tidak menyembelih hewan qurban.

Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui hukum haji bagi yang tidak mampu, kali ini kita akan membahas hukumnya jika tidak berhaji padahal mampu. Hal ini perlu kamu perhatikan agar tidak menyepelekan dan bisa lebih memotivasi untuk berangkat beribadah haji.

إِذَا دَخَل الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ بَشَرِهِ شَيْئًا

Allâh Subhanahu wa Ta’ala tidak menginginkan apapun dari manusia kecuali satu hal saja, yang itupun maslahatnya akan kembali kepada manusia itu sendiri.

Artinya : “Dan waktu, waktu dalam haji adalah mulai dari permulaan bulan Syawal sampai fajar hari raya Idul adha (Yaumu al-nahr) dan umrah bisa dilakukan di sepanjang tahun.”

hallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai ‘umroh, wajib ataukah sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Comments on “The Definitive Guide to tentang ibadah haji”

Leave a Reply

Gravatar